Rabu, 18 Februari 2015

Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak Usia 2-12 Tahun


  1. PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK
    USIA 2-12/13 TAHUN
    diajukan untuk memenuhi salah satu mata kuliah Kepemimpinan Perpustakaan dan Informasi yang diampu oleh : Dra. Herlina, M.Pd., Psikolog.






    Disusun oleh kelompok :
    Nur Afrylyanty                      1202788



    PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
    JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
    FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
    UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
    BANDUNG
    2015


     KATA PENGANTAR

  2.         Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Perkembangan Masa Kanak-Kanak Usia 2-12/13 Tahun. Sholawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW., keluarganya, sahabatnya, dan kita selaku umatnya.
    Makalah ini di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bibliotherapy. Penyusunan makalah ini tentunya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang turut membantu memberikan bantuan, baik moral maupun material. Dilandasi dengan penuh rasa hormat penyusun sampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak lain yang telah memberikan bantuan kepada penulis dalam proses pembuatan makalah ini.
           Disadari sepenuhnya oleh penulis bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dalam berbagai hal. Semua saran, masukan maupun kritik diharapkan demi kebaikan dan kesempurnaan makalah ini yang sifatnya membangun.
          Besar harapan penulis, semoga penyusunan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi semua yang membaca untuk menambah ilmu pengetahuan.


    Bandung, Februari 2015


    Penulis


    DAFTAR ISI
                                                                                                                   Halaman
    KATA PENGANTAR ....................................................................................      i
    DAFTAR ISI...................................................................................................      ii
    DAFTAR TABEL ..........................................................................................       iii
    BAB I PENDAHULUAN
    A.  Latar Belakang....................................................................................       1
    B.  Rumusan Masalah .......................................................................... ....       1
    C.  Tujuan Penulisan .................................................................................       2
    D.  Pembatas Masalah...............................................................................      2
    E.  Manfaat Penulisan........................................................................... ....      2
    BAB II PEMBAHASAN
    A.  Tugas Perkembangan...........................................................................      3
    B.  Perkembangan Kognitif.......................................................................       5
    C.  Perkembangan Bahasa.........................................................................      9
    D.  Perkembangan Sosial...........................................................................     13
    E.  Perkembangan Emosi ..........................................................................     15
    BAB III PENUTUP
           A. Kesimpulan ..................................................................................       18
          B. Rekomendasi ................................................................................       18
    DAFTAR PUSTAKA .............................................................................       20



    DAFTAR TABEL
                                                                                                                   Halaman

    Tabel 1: Tugas Perkembangan Bayi Dan Perkembangan Anak Usia Sekolah,
        Menurut Syamsu Yusuf dan Nani M. Sugandhi...................................................             4
    Tabel 2: Tugas Perkembangan Bayi Dan Perkembangan Anak Usia Sekolah,
                 Menurut Havighhurst....................................................................................         4
    Tabel 3: Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Pada Masa Kanak-Kanak,
                 Menurut Piaget (Wiwien Dinar Prastisti, 2008) ...........................................           6
    Tabel 4: Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Pada Masa Kanak-Kanak,
                  Menurut Berk (2003: 240 & 244) ...............................................................         7
    Tabel 5: Perkembangan Bahasa Menurut Berk, 2003 (Herlina, 2013: 27-31)....... ....          10
    Tabel 6: Tanda Perkembangan Sosial Pada Masa Kanak-Kanak Awal
                 dan Kanak-Kanak Akhir  (Herlina, 2013: 32-34) .................................... ....        13
    Tabel 7: Zeman, 2001 (Herlina, 2013: 36-39) Perkembangan Emosi
                Masa Kanak-Kanak .................................................................................. ....      15

     
  3. BAB I
    PENDAHULUAN

    A.    Latar Belakang
    Ketika bidang perkembangan manusia menjadi salah satu ilmu yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan manusia baik itu secara fisik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional. Tanpa disadari perkembangan itu dimulai pada saat di dalam kandungan seorang ibu. 
    Perkembangan (Syamsu Yusuf L.N dan Nani M. Sugandhi, 2011) adalah suatu proses perubahan dalam diri individu atau organisme, baik fisk maupun psikis menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan.
    Pada masa perkembangan manusia mulai dari masa kanak-kanak sampai dengan masa dewasa akhir selalu mengalami perubahan. Pada masa perkembangan kanak-kanak terdapat beberapa cara anak-anak mengalami perkembangan, mulai dengan cara-cara “biasa”saja sampai dengan cara yang “luar biasa”. Tetapi, tidak sedikit orang tua tidak memahami bagaimana anak-anak mengalamai proses perkembangannya.
    Melihat masalah diatas, oleh sebab itu penulis membuat makalah mengenai tugas-tugas perkembangan kanak-kanak mulai dari usia 2- 12/13 tahun. Tidak hanya itu penulis pun menjelaskan bagaimana proses perkembangan pada masa kanak-kanak baik dari aspek kognitif, bahasa, sosial, maupun emosi.
    B.     Rumusan masalah
    Berdasarkan uraian dari latar belakang, maka rumusan pada makalah, sebagai berikut:
    1. Apa yang dimaksud dengan perkembangan?
    2. Apa saja tugas dari perkembangan atau Development Tasks?
    3. Bagaimana perkembangan kognitif yang terjadi pada usia 2 sampai 12 atau 13 tahun?
    4. Bagaimana perkembangan bahasa yang terjadi pada usia 2 sampai 12 atau 13 tahun?
    5. Bagaimana perkembangan sosial yang terjadi pada usia 2 sampai 12 atau 13 tahun?
    6. Bagaimana perkembangan emosi yang terjadi pada usia 2 sampai 12 atau 13 tahun?
    C.    Tujuan Penulisan
    1.Mengetahui apa yang dimaksud dengan perkembangan?
    2. Mengetahui apa saja tugas dari perkembangan atau Development Tasks?
    3. Mengetahui bagaimana perkembangan kognitif yang terjadi pada usia 2   sampai 12 atau 13 tahun?
    4.Mengetahui bagaimana perkembangan bahasa yang terjadi pada usia 2 sampai 12 atau 13 tahun?
    5.Mengetahui bagaimana perkembangan sosial yang terjadi pada usia 2 sampai 12 atau 13 tahun?
    6.Mengetahui bagaimana perkembangan emosi yang terjadi pada usia 2 sampai 12 atau 13 tahun?
    D.    Pembatas Masalah
    Laporan makalah ini pada umumnya hanya membatasi masalah pada ruang  lingkup perkembangan manusia mulai dari 2 tahun sampai dengan 12/13 tahun. Tidak hanya itu perkembangan yang dijelaskan pada makalah ini, sebagai berikut: perkembanagan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan sosial, dan perkembangan emosi.
    E.     Manfaat
    Manfaat dari laporan makalah ini yaitu agar pembaca dan penulis mengetahui dan memahami bagaimana cara atau proses perkembangan yang yang dialami oleh manusia, khususnya proses perkembangan yang dialami oleh anak-anak pada usia 2 tahun sampai dengan 12/13 tahun. Selain itu, semoga pembaca dan penulis dapat memahami beberapa jenis perkembangan yang dialami oleh anak-anak pada usia 2 tahun sampai dengan 12/13 tahun, diantaranya: perkembanag kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan sosial, dan perkembangan emosi.



    BAB II
    PEMBAHASAN

                Dalam dunia perkembangan manusia terdapat beberapa fase perkembangan. Pada makalah ini akan membahas masa perkembangan kanak-kanak (usia 2-12/13 tahun). Menurut Hurlock (1990), dalam buku Herlina, 2013 menyatakan bahwa:
    1.      Masa Kanak-kanak Awal (Early Childhood). Masa ini berada pada rentang usia 2-6 tahun.
    2.      Masa Kanak-kanak Akhir (Late Childhood). Masa ini berada pada rentang usia 6-12 Tahun.
    A.    Tugas Perkembangan
    Menurut Havighurst dalam Gunarsa, 1982:63 dan Herlina, 2013:21 tugas perkembangan adalah tugas-tigas yang timbul pada atau kira-kira pada masa perkembangan tertentu dalam kehidupan seseorang, yang bilamana berhasil akan menimbulkan kebahagiaan dan akan diharapkan berhasi pada tugas perkembangan berikutnya. Sebaliknya bilamana gagal akan timbul ketidak bahagiaan pada diri pribadi yang bersangkutan, tidak diterima oleh masyarakatnya, dan mengalami kesulitan untuk mencapai tugas-tugas perkembangan selanjutnya.
    Tugas-tugas perkembangan ini bersumber pada tiga hal yaitu :
    1.      Kematangan fisik
    2.      Rangsangan dan tuntutan dari masyarakat
    3.      Norma probadi mengenai aspirasi-aspirasinya
    Menurut Syamsul dan Nani dalam buku Perkembangan Peserta Didik, terdapat 6 periode tugas perkembangan pada manusia, diantaranya: 1) Tugas perkembangan bayi, 2) Tugas perkembangan anak usia sekolah, 3) Tugas perkembangan remaja, 4) Tugas perkembangandewasa awal, 5) Tugas perkembangan dewasa  pertengahan, dan 6) Tugas perkembangan dewasa akhir (masa tua). Yang akan djelaskan pada makalah ini adalah tugas perkembangan bayi dan perkembangan anak usia sekolah. Berikut penjelasannya:



    Tugas Perkembangan Bayi
    Tugas Perkembangan
    Anak Usia Sekolah
    a.       Belajar memakan makanan padat
    b.      Belajar berjalan
    c.       Belajar berbicara
    d.      Belajar mengendalika pembuangan kotoran tubuh
    e.       Belajar mengenal perbedaaan jenis kelamin
    f.       Mencapai kestabilan fisik
    g.      Belajar mengenal konsep-konsep sederhana tentang kenyataan alam dan sosial
    h.      Belajar membedakan baik-buruk, benar-saah, atau mengembangkan kata hati
    a.       Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakuakn permainan
    b.      Belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis
    c.       Belajar bergaul  dengan teman sebaya
    d.      Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya
    e.       Belajar keterampilan dasar membaca, menulis, dan menghitung
    f.       Belajar mengembangkan konsep sehari-hari
    g.      Belajar kata hati
    h.      Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi (bersikap mandiri)
    i.        Mengembangkan sikap positif terhadap kelompok sosial
    Tabel 1: Tugas Perkembangan Bayi Dan Perkembangan Anak Usia Sekolah,
    Menurut Syamsu Yusuf dan Nani M. Sugandhi
     

    Berikut adalah Tugas perkembangan pada masa kanak-kanak awal menurut Havighust (Hurlock, 1990 dan Herlina, 2013)
    Tugas Perkembangan Pada Masa Kanak-Kanak Awal
    Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir
    1.      Belajar mengerti tentang perilaku seks yang benar
    2.      Belajar membedakan benar dan salah dalam hubungannya dengan orang-orang diluar rumah terutama dilingkungan tetangga, sekolah dan teman bermain.
    3.      Belajar mengembangkan hati nurani
    4.      Belajar memberi dan menerima kasih saying

    1.      Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan umum
    2.      Membangun sikap sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh
    3.      Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seisiannya
    4.      Mulai mengembangkan peran social pria atau wanita yang tepat
    5.      Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung.
    6.      Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
    7.      Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, tata dan tingkatan nilai
    8.      Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok social dan lembaga-lembaga
    9.      Mencapai kebebasan pribadi
    Tabel 2: Tugas Perkembangan Bayi Dan Perkembangan Anak Usia Sekolah, Menurut Havighhurst
     

    Dalam pemenuhan kebutuhan yang dirasakan oleh setiap individu akan berbeda, dan  kemungkinan terjadinya gangguan selalu ada. Kesulitan atau kegagalannya dalam memenuhi tugas perkembangan ini akan berdampak negative bagi penyesuaian individu tersebut dalam lingkungan social, baik secara social emosional, maupun kepribadian. Jika terjadi hal demikian, maka individu tersebut perlu segera dibantu untuk mengatasinya agar permasalahan tidak semakin berat/meluas.

    B.     Perkembangan Kognitif
           Kognitif meliputi aspek-aspek struktur intelek yang dipergunakan untuk mengetahui sesuatu. Sebagai fungsi mental yang berhubungan dengan proses mengetahui, proses kognitif meliputi aspek-aspek persepsi, ingatan, pikiran, symbol, penalaran, pemecahan masalah (Gunarsa, 1982 dan Herlina, 2013).
           Menurut Piaget (Gunarsa, 1982 dan Herlina, 2013), perkembangan kognitif bukan hanya merupakan hasil kematangan organisme, dan bukan pula hanya merupakan hasil pengaruh dari lingkungan, namun merupakan hasil pengaruh dari lingkungan, namun merupakan interaksi keduanya.
    Menurut Piaget (Wiwien Dinar Prastisti, 2008) terdapat tahap-tahap dalam perkembangan kognitif, sebagai berikut:
    Usia
    Pencapaian Kognitif
    Contoh
    Tahap sensorimotor (sejak lahir hingga usia sekitar 2 tahun)
    Pada  tahap ini, bayi mengembangkan pemahaman tentang dunia melalui koordinasi antara pengalaman sensoris dengan gerakan motorik-fisik. Bayi juga mulai mengembangkan kemampuan yang lebih dari sekedar refleks, namun sudah membentuk pola sensori motor yang kompleks serta mulai mengoperasikan simbol-simbol primitif
    Seorang anak yang berusia 2  tahun dapat menemukan dengan mudah sebuah objek yang disembunyikan ketika mereka melihat tindakan menyembunyikan dari jendela, menurut Troseth & DeLoache, 1998. (Diane, Sally, & Ruth, 2010:325)


    Tahap praoperasional (usia sekitar 2-7 tahun)
    Pada tahap ini, anak mulai mampu menerangkan dunia melalui kata-kata dan gambar. Namun, anak belum mampu melakukan tindakan mental yang diinternalisasikan yang memungkinkan anak melakukan secara mental hal-hal yang dahulu dilakukan secara fisik
    Pada sekelompok anak berusia 3 dan 4 tahun, mampu menggunakan kotak bujur sangkar dengan titik di dalamnya untuk menemukan lokasi piringan hitam dalam kotak pasir berbentuk sama dengan ukuran yang lebih besar, menurut Hutterlocher, Newcombe, & Vasilyeya, 1999. (Diane, Sally, & Ruth, 2010:325)
    Tahap operasional konkrit (usia 7-11 tahun)
    Anak-anak mulai mampu berpikir logis untuk menggantikan cara berpikir sebelumnya yang masih bersifat intuitif-primitif, namun membutuhkan contoh-contoh konkret.
    Pada anak-anak berusia 7 atau 8 tahun anak-anak akan menyadari bahwa orang yang sedang tidur tidak terlibat dalam aktivitas mental sadar, yaitu  mereka tidak menyadari jika sedang tidur, menurut Flavell, Green, Flavell, & lin,1999. (Diane, Sally, & Ruth, 2010: 334)
    Tahap operasional formal (usia 11-15 tahun)
    Pada tahap ini individu melewati dunia nyata dan pengalaman konkret menuju cara berpikir yang lebih abstrak dan logis, sistematis, serta mampu mengembangkan hipotesis tentang penyebab terjadinya suatu peristiwa. Kemudian, dia menguji hipotesis tersebut secara deduktif. Sebagai konsekuensinya, anak mulai mengembangkan gambaran yang ideal, misalnya bagaimana menjadi orang tua yang ideal
    Pada usia 11 tahun, anak-anak baru akan menyadari sepenuhnyamereka tidak dapat mengontrol mimpi mereka, menurut Woolley & Boerger, 2002. (Diane, Sally, & Ruth, 2010: 334)
    Tabel 3: Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Pada Masa Kanak-Kanak,
    Menurut Piaget (Wiwien Dinar Prastisti, 2008)
     


    Menurut Berk (2003: 240 & 244) dalam Herlina, 2013: 24-26 terdapat tahap-tahap perkembangan kognitif pada masa kanak-kanak pada umumnya, sebagai berikut:
    USIA
    PENCAPAIAN KOGNITIF
    2-4 Tahun
    §  Menunjukkan peningkatan yang mengagumkan dalam kegiatan representasional (kegiatan yang ada dalam kehidupan nyata), yang ditunjukkan dalam perkembangan bahasa, permainan berpura-pura (make-believe play), menggambar, dan memahami dual representation (kemampuan untuk memahami bahwa suatu objek simbolis memiliki dua sisi yaitu sebagai objek itu sendiri dan sebagai symbol)
    §  Dapat menggunakan perspektif oranf lain dalam situasi yang dikenal dan dan sederhana, dan dalam komunikasi sehari-hari yang face-to-face.
    §  Membedakan makhluk hidup dari benda mati: menolak bahwa sihir (magic) dapat mengubah pengalaman sehari-hari.
    §  Memahami bahwa adanya konservasi (pemahaman bahwa karakteristik fisik tertentu dari suatu objek tetap sama walaupun terjadi prubahan dalam penyajiannya/penampilan luarnya), melihat/memperhatikan adanya transformasi (alas an melalui analogi tentang perubahan yang bersifat fisik), dan memberikan penjelasan logis dalam konteks yang dikenal dan sederhana.
    §  Mengurutkan objek-objek yang dikenal kedalam kategori yang diatur secara hierarkis.
    §  Menemukan ide tentang karakteristik yang mendasari (tidak hanya gambaran perseptual) pembagian anggota kelompok.
    4-7 Tahun
    §  Kesadaran terus meningkat bahwa berpura-pura (make-believe) dan proses berpikir lainnya merupakan kegiatan representational.
    §  Menggantikan keyakinan magis tentang peri, hantu, dan kejadian-kejadian yang melanggar ekspetasi dengan penjelasan yang masuk akal.
    §  Adanya peningkatankemampuan dalam mengatasi masalah “appearance us reality” (apa yang tampak dengan apa yang sesungguhnya), yang menandakan pencapaian lebih jauh dalam dual representation
    7-11 Tahun
    §  Berpikir dengan cara yang lebih logis dan teratur tentang informasi konkret, yang ditunjukkan dengan penguasaan secara bertahap tentang kemapuan konservasi, inklusi kelas (kemampuan mengorganisasikan objek-objek kedalam kelas-kelas berdasarkan persamaan dan perbedaan) , dan masalah seriasi  (kemampuan untuk menyusun item-item berdasarkan dimensi kuantitatif, misalnya panjang atau berat) sebagaimana dikemukakan oleh Piaget, termasuk melakukan penyimpulan transsitif (kemampuan melakukan seriasi secara mental).
    Tabel 4: Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Pada Masa Kanak-Kanak,
    Menurut Berk (2003: 240 & 244)
     


    C.    Perkembangan Bahasa
    Menurut Hurlock (1990), dalam Herlina. 2013: 26 menyatakan bahwa bahasa merupakan perwujudan fungsi-fungsi kognitif pada masa kanak-kanak awal, dan di tandai dengan :
    ·         Pengucapan kata-kata: anak-anak sulit mengucapkan bunyi tertentu dan kombinasi bunyi seperti z, w, d, s dan g dan kombinasi huruf mati st, str, dr, dan fl
    ·         Menambah kosa kata
    ·         Membentuk kalimat
    Menurut Hurlock (1990), dalam Herlina. 2013: 26 menyatakan bahwa perkembangan bahasa pada masa kanak akhir di tandai dengan :
    ·         Mengembangkan kosa kata sekita 40.000 kata
    ·         Memahami bentuk-bentuk tata kalimat yang kompleks
    ·         Menangkap makna ganda dari kata-kata seperti dalam humor
    ·         Mempertimbangkan kebutuhan daro pendengar dalam situasi yang kompleks
    ·         Merancangstrategi dalam berbicara namun isi pembicaraan cenderung merosot.
    Berk, 2003 (Herlina, 2013:27) menjelaskan perkembangan bahasa pada berbagai usia perkembangan dalam berbagai komponen bahasa yang berkaitan dengan aturan struktir atau urutan bunyi bicara.
    1.      Semantic adalah komponen bahasa yang berkaitan dengan pemahaman arti kata dan kombinasi kata.
    2.      Grammatical (tata kalimat) adalah komponen bahasa yang berkaitan dengan kalimat, aturan penyusunan kata menjadi kalimat.
    3.      Morfologi, yaitu penggunaan tanda-tanda tata bahasa yang menandakan jumlah, keterangan waktu, orang, jenis kelamin, kalimat aktif atau pasif, dan makna-makna lainnya.
    4.      Pragmatik adalah komponen bahasa yang berkaitan dengan kemampuan untuk menggunakan bahasa secara efektif dalam konteks social.
    5.      Kesadaran matalinguistik adalah komponen bahsa berkaitan dengan kemampuan untuk memikirkan bahasa sebagai sebuah system.
    Gambaran perkembangan bahasa menurut Berk, 2003 (Herlina, 2013: 27-31)
    Komponen Bahasa
    Usia
    Lahir-1 tahun
    1-2 tahun
    3-5 tahun
    6-10 tahun
    11 tahun-dewasa
    Fonologi
    ·      Memiliki kecenderungan untuk mempersepsikan bahwa suatu rentang suara yang dimiliki kelas fonemik yang sama itu adalah identik.
    ·      Mengorganisasikan bunyi bicara kedalam kategori fnemik bahasa ibu
    ·      Melakukan babbling menggunakan inotasi dan pola bunyi yang menyerupai bahasa ibu
    Anak menggunakan strategi sistematis untuk menyederhanakan pengucapan kata
    Anak menunjukkan kemajuan pesat dalam pengucapan kata-kata
    Menguasai pola penekanan suku kata yang menandai perbedaan makna yang halus
    Menguasai pola penekanan suku kata dari kata-kata yang bersifat abstrak.

    Semantik
    ·      Lebih menyukai pola bunyi bahasa ibu
    ·      Mendeteksi kata-kata dalam arus pembicaraan
    ·      Menggunakan gestur praverbal
    ·    Mengucapkan kata-kata pertama
    ·    Perbendaharaan kata meningkat sampai beberapa ratus kata
    ·      Menciptakan kata-kata untuk menggantikan kata-kata yang belum dikuasai
    ·      Memahami metafora yang disarkan pada perbandingan pengamatan perbandingan yang kongkret
    ·     Memiliki perbendaharaan kata sekitar 10.000 kata
    ·     Memahamikata-kata atas dasar ketentuan
    ·     Menghargai makna ganda dari kata-kata, yang meningkatkan pemahaman tentang metafora dan humor
    ·   Memiliki perbendaharaan kata lebih dari 40.000 kata
    ·   Memahami makna kata yang pelik, bukan harfiah
    Tatakalimat
    Mulai mengembangkan kepekaan terhadap unit ungkapan/ ucapan alamiah
    ·     Mengkombinasikan dua kata dalam  telegraphic speech
    ·     Setelah meningkat menjadi tiga kata, maka meningkat kembali menjadi morfem gramacalt
    ·      Membentuk kalimat yang merefleksikan tatakalimat orang dewasa
    ·      Tetap melanjutkan menambah morfem yang telah ada
    ·      Menguasai banyak struktur tata kalimat yang kompleks
    Mempergalus struktur tata kalimat yang kompleks
    Tetap berlanjut memperhalus struktur tata kalimat yang kompleks
    Pragmatik
    ·    Mempertahankan perhatian bersama
    ·    Terlihat dalam pertukaran vokal dan permainan giliran
    Terlibat dalam giliran percakapan dan mempertahankan topik
    ·   Mengausai strategi percakapan tambahan
    ·   Mulai memahami illocutionary intent
    ·         Mengausai strategi percakapan lebih maju
    ·         Tetap berlanjut memperhaluspemahaman illocutionary intent
    ·         Terlibat dalam referential communication
    Komunikasi referensial makin meningkat
    Kesadaran Metalinguistik
    Belum adapatan tinggi dalam perkembangan kesadaran metalinguistik
    Belum ada
    Mulai menunjukkan kesadaran linguistik
    Menunjukkan kecepatan tinggi dalam perkembangan kesadaran metalinguistik
    Tetap berlanjut memperhalus kesadaran metalinguistik
    Tabel 5: Perkembangan Bahasa Menurut Berk, 2003 (Herlina, 2013: 27-31)

     

    Menurut Ahmad Susanto, 2011 pada umumnya, setiap anak memiliki dua tipe perkembangan ba­hasa pada anak, yaitu:
    1. Egocentric speech, yaitu anak berbicara kepada dirinya sendiri (monolog).
    2.Socialized speech, yaitu bahasa yang berlangsung ketika terjadi kontak antara anak dan temannya atau dengan lingkungannya.
    Perkembangan ini dibagi ke dalam lima bentuk:
    1.Adapted information (penyesuaian informasi), terjadi saling tukar gagasan atau adanya tujuan bersama yang dicari;
    2.Critism (klitik), menyangkut penilaian anak terhadap ucapan atau tingkah laku orang lain;
    3.Command (perintah), request (permintaan), dan threat (ancaman);
    4.Questions (pertanyaan); dan
    5.Answer (jawaban)
    Menurut Ahmad Susanto, 2011 terdapat tiga faktor yang paling dominan yang memengaruhi anak dalam berbahasa, yaitu :
    1.Faktor biologis. Adanya evolusi biologis menjadi salah satu landasan perkem­bangan bahasa seorang anak. Para ahli meyakini bahwa evolusi biologi membentuk manusia menjadi manusia linguistik. Jika pengenalan bahasa tidak terjadi sebelum masa remaja, maka ketidakmampuan dalam menggunakan tata bahasa yang baik akan dialami seumur hidup.
    2.Faktor kognitif. Faktor kognitif individu merupakan satu hal yang tidak dapat dipisahkan pada perkembangan bahasa anak.
    3.Faktor lingkungan. Sementara itu, di sisi lain proses pe­nguasaan bahasa tergantung dari stimulus dari lingkungan luar. Pada umumnya anak diperkenalkan bahasa sejak awal perkembangan me­reka, salah satunya disebut motherse, yaitu cara ibu atau orang dewasa mengajarkan anak belajar bahasa melalui proses imitasi dan perulang­an dari orang-orang di sekitarnya.
    Menurut Ahmad Susanto, 2011 terdapat beberapa tahapan umum perkembangan bahasa pada bayi, yaitu:
    1.Mengoceh (usia 3-6 bulan).
    2.Kata pertama yang dipahami (usia 6-9 bulan).
    3.Instruksi sederhana yang dipahami (usia 9-12 bulan).
    4.Kata pertama yang diucapkan (usia 10-15 bulan
    5.Penambahan dan penerimaan kosakata lebih dari 300 kata (pada usia dua tahun).
    6.Perkembangan yang lebih pesat lagi menjelang tiga tahun ke depan.
    Pengenalan bahasa yang lebih dini dibutuhkan untuk memperoleh keterampilan bahasa yang baik. Tiga faktor di atas saling mendukung untuk menghasilkan kemampuan berbahasa. Sesuatu yang terjadi pa­da seseorang yang berkomunikasi dikarenakan mereka besar dalam keterasingan sosial bertahun-tahun. Walaupun mereka bisa bersuara, namun suara tanpa arti, karena kurangnya konstribusi lingkungan dan perkembangan intelektual yang tidak maksimal.


    D.    Perkembanag Sosial
    Menurut CDC, 2010 (Herlina, 2013:32) Perkembangan sosial menunjukkan pada perkembangan keterampilan social dan kematangan emosi yang diperlukan untuk menjalin hubungan dan berhubungan dengan orang lain, termasuk juga berempati dan memahami kebutuhan orang lain.
    Menurut Hurlock, 1990 (Herlina, 2013:32) menjelaskan bahwa pada masa kanak-kanak awal, perkembangan social ditandai dengan adanya sosialisasi dengan kelompok teman sebaya, yang terjadi melalui proses berikut :
    Tanda Perkembangan Sosial Pada Masa Kanak-Kanak Awal
    Tanda Perkembangan Sosial Pada Masa Kanak-Kanak Akhir
    Setelah pada masa bayi cenderung melakukan permainan yang bersifat menyendiri (Solitary Play), pada wal masa kanak-kanak ini, seorang anak mulai menunjukkan minat nyata untuk melihat teman-temannya dan berusaha mengadakan kontak social, tetapi bermain sendiri-sendiri, tidak bermain dengan anak-anak yang lain, walaupun ada bersama-sama (parallel play, usia 2-3 tahun)

    Menunjukkan minat nyata terhadap teman-temannya dan berusaha mengadakan kontak social.
    Secara bertahap, anak mulai terlibat dalam kegiatan yang menyerupai kegiatan anak-anak lain (Assosiative play).
    Anak berminat dalam kegiatan-kegiatan dengan teman-teman dan ingin menjadi bagian dari kelompok yang mengharapkan anak untuk menyesuaikan diri dengan pola perilaku, niali-niali, dan minat anggota-anggotanya (Usia Berkelompok). Ia harus ‘berjuang’ untuk mencapai hal ini.
    Pada sekitar usia 3 tahun, anak mulai bermain pura-pura (Make believe play), misalnya bersama temannya bermain berpura-pura menjadi polisi melawan perampok
    Menjadi anggotra kelompok dan saling berinteraksi
    Pada akhir tahun ke 3 (tahun ke-4), sejalan dengan meningkatkan kontak social, anak menjadi anggota kelompok dan saling berinteraksi (Coorperative play), misalnya melakukan permainan-permainan yang memiliki aturan-aturan dan menguji keterampilan, seperi permainan melempar dan menangkap bola
    Terlibat dalam kegiatan yang menyerupaikegiatan anak-anak lain

    Tabel 6: Tanda Perkembangan Sosial Pada Masa Kanak-Kanak Awal dan Kaak-Kanak Akhir  (Herlina, 2013: 32-34)

     

    E.     Perkembangan Emosi
    Menurut Juntika, 2007:253 (Wiwien Dinar Prastisti, 2008:141) menyatakan bahwa emosional adalah suatu suasana yang kompleks dan getaran jiwa yang menyertai atau muncul sebelum atau sesudah terjadinya perilaku. Menurut Juntika, 2007:253 (Wiwien Dinar Prastisti, 2008:141) menyatakan bahwa emosional merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya suatu keadaan biologis dan psikologis serta serngkaian kecenderungan.
    Secara ringkas, Zeman, 2001 (Herlina, 2013: 36-39) merangkum perkembangan emosi masa kanak-kanak sebagaimana dapat dilihat pada table dibawah ini :
    Usia
    Perkembangan Emosi
    2 Tahun
    Anak mulai mengembangkan kemampuan berempati.
    Perkembangan empati memerlukan kemampuan membaca tanda-tanda emosi seseorang, memahami bahwa orang lain merupakan satuan (entitas) yang berbeda  dari diri sendiri, dan menempatkan diri sendiri dalam posisi orang lain). Kemampuan kognitif ini belum berbentuk sebelum usia satu tahun. Tanda pertama dari empati pada anak terjadi saat mereka mencoba untuk meredakan distress. Anak akan menggunakan bahasa yang enak didengar dan memulai kontak fisik dengan ibu mereka saat mereka merasa distress.
    3 Tahun
    Anak belajar bahwa ekspresi kemarahan dan agresi dikendalikan dengan hadirnya orang dewas. Namun, disekitar teman sabayanya, anak kurang mau menekan perilaku emosi negative. Perbedaan ini muncul sebagai akibat dari konsekkuensi yang berbeda yang mereka terima sehubungan dengan ekspresi emosi mereka dihadapan orang dewasa maupun teman sebaya. Anak mulai menginternalisasi aturan masyarakat yang menemtukan tentang ekspresi emosi yang sesuai.
    4 Tahun
    Anak mampu merubah ekspresi emosi
    Pada usia ini, naka sudah mampu menunjukkan ekspresi emosi eksternal yang tidak selalu sama dengan keadaan emosi internal, dapatmengendalikan otot-otot untuk menghasilkan eksprsi emosi, sensitive terhadap konteks social yang menyadarkan mereka untuk merubah ekspresi mereka, dan memiliki motivasi yang berbeda tersebut dalam cara yang meyakinkan.
    Permulaan Usia 4-5 Tahun
    Anak mengembangkan pemahaman yang sangat baik tentang keadaan emosional orang lain.meningkatkan perkembangan kognitif menjadikan anak pra sekolah mampu pada pemahaman yang lebih kompleks tentang emosi. Melalui pengalaman yang berulang-ulang, anak mampu mengembangkan teori mereka sendiri tentang keadaan emosi orang lain dengan mengaku pada sebab-akibat dari emosi, dan dengan mengobservasi dan menjadi sensitive terhadap perilaku-perilaku yang mengidentifikasi di stress emosi. Anak pada usia ini juga mulai memprediksi tentang pengalaman orang lain dan ekspresi emosi orang lain, misalnya memprediksi bahwa anak yang gembira akan mau berbagi akan mau berbagi mainan miliknya.
    7-11 Tahun
    ·         Menunjukkan bermacam-macam keterampilan pengaturan dari (self regulation). Memiliki pemahaman yang sangat baik dan memerlukan aturan budaya. Dengan demikian, anak juga tau kapan mengendalikan ekspresi emosi, serta meiliki keterampilan mengatur emosi yang memungkinkan mereka secara efektif menutupi emosinya dalam cara yang sesuai dengan masyarakat.
    ·         Anak pada usia ini sensitive terhadap tanda-tanda kontekstual yang diberikan sebagai pengarah untuk mengekpresikan atau mengendalikan emosi negative. Beberapa factor yang mempengaruhi keputusan pengaturan emosi ini meliputi jenis emosi yang dialami sifat dari hubungan mereka dengan orang-orang yang terlibat dalam pertukaran emosi, usia anak, dan gender.
    ·         Anak mengembangkan seperangkat harapan tentang hasil dari mengekspresikan emosi kepada orang lain. Secara umum, anak lebih menunjukkan kemarahan dan kesedihan kepada teman dari pada kepada orang tua karena mereka menduga akan mendapatkan respon negative, misalnya digoda dan diremehkan dari temannya. Namun, dengan meningkatkan usia, anak-anak yang lebih tua sering mengekspresikannya emosi negative kepada ibunya dari pada kepada ayahnyanya karena menduga bahwa ayahnya akan meresponterhadap emosi itu di pandang adaptif yang penting dalam membentuk, mengembangkan, dan mempertahankan hubungan social.
    ·         Mulai pertengahan masa kanak-kanak, anak memahami bahwa keadaan emosional seseorang tidak sederhana seperti yang mereka bayangkan ditahun-tahun pertama, dan seringkali merupakan hasil dari berbagai sebab yang kompleks, yang tidak selalu tampak secara eksternal.
    ·         Memahami bahwa mungkin saja seseorang mengalami lebih lebih dari satu emosi pada  satu saat, walaupun kemampuan ini masih terbatas dan berkembang perlahan-lahan. Susan Harter dan Nancy Whitsell membuktikan bahwa anak-anak usia 7 tahun  mampu memahami bahwa seseorang dapat merasakan dua emosi sekaligus pada saat bersamaan, bahkan emosi positif dan negative sekaligus.
    ·         Anak laki-laki kurang terbuka untuk menumpukkan emosi takut pada saat distress dibandingkan dengan anak perempuan.
    Tabel 7: Zeman, 2001 (Herlina, 2013: 36-39) perkembangan emosi masa kanak-kanak

     

    BAB III
    PENUTUP

    A.    Kesimpulan
            Manusia merupakan makhluk yang Tuhan ciptakan dengan cara sempurna, karena manusia mengalami salah satu proses yang menaksjubkan, yakni proses perkembangan. Perkembangan (Syamsu Yusuf L.N dan Nani M. Sugandhi, 2011) adalah suatu proses perubahan dalam diri individu atau organisme, baik fisk maupun psikis menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan.
           Manusia mengalami proses perkembangan mulai pada saat di dalam kandungan, pada saat lahir ke dunia ini, perkembangan yang masa terjadi pada masa anak-anak, perkembanga pada masa remaja, dan perkembangan pada masa dewasa, hingga dewasa akhir.
            Terdapat beberapa proses perkembangan yang terjadi pada masa kanak-kanak, diantaranya sebagai berikut: 1) Perkembangan kognitif; 2) Perkembangan bahasa; 3) Perkembangan sosial; 4) Perkembangan emosi.
             Perkembangan pada masa anak-anak terjadi 2 tahap, yakni pertama tahap kanak-kanak awal dan kedua, tahap kanak-kanak akhir. Pada tiap tahap-tahap yang dilalui masa kanak-kanak awal maupun akhir akan mengalami proses yang berbeda.

    B.     Rekomendasi
    Rekomendasi ini akan diberikan kepada orang tua, kepada calon guru, dan semua pihak yang memiliki anak berusia 2 sampai 12/13 tahun. Sebaiknya orang tua atupun guru yang untuk melihat bagaimana perkembanagan buah hati atupun murid kita, tidak hanya melihat dari sudut pandang orang tua atupun guru, melainkan melihat juga dari sudut pandang buah hati ataupun murid kita. Tidak selamanya proses perkembangan anak akan berjalan dengan baik tanpa menemui masalah. Itu merupakan sesuatu yang mustahil dan tidak akan mungkin terjadi. Oleh sebab itu, jika terjadi suatu permasalahan dalam proses perkembangan anak, kita haru melihat dari berbagai sudut pandang, mulai dari perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan sosial, dan perkembangan emosi.  Semoga apa yang menjadi rekomendasi pada penyusunan makalah ini bermanfaat. Aamiin


    DAFTAR PUSTAKA

     Herlina. (2013). Bibliotherapy. Bandung: Pustaka Cedekia Utama. 
     L., N. Syamsu, Yusuf dan Nani M. Sugandhi. (2011). Perkembangan Peserta Didik.  Jakarta: Raja Grafindo Persada. 
    Mashar, Riana. (2011). Emosi Anak Usia Dini Dan Strategi Pengembangannya. Jakrta:Kencana.
    Papalia, Diane E. dkk. (2010). Human Development: Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana. 
    Pratisti, Wiwien Dinar. (2008). Psikologi Anak Usia Dini. Jakrta: IKAPI.
    Susanto, Ahmad. (2011). Perkembangan anak Usia Dini: Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya. Jakrta: Kencana.

0 komentar:

Posting Komentar